Reporter cilik

Pagi pertama sekolah membuatku gugup karena, aku akan bersekolah di  SDI-INDONESIA, sekolah terbesar di Indonesia dan sekolah internasional yang telah diakui oleh dunia.

Aku duduk di kelas 6 SD, aku sebenarnya sudah pernah bersekolah di sana tapi waktu aku masih TK, berbeda dengan sekarang. Pada pukul 06.45 aku sampai disekolah dan segera melihat papan kelas, Saskia Sintaria Ayunda, nama itu berada di kelas 6A, kelas tercerdas, semua anak sangat ingin dikelas itu, karena kelas terpintar dan pada hari rabu belajar diluar kelas. Aku sangat beruntung dikelas 6A.

aku segera menaiki escalator dan berjalan menuju kelas 6A, disana tampak Caroline dan Angle, sahabatku sewaktu aku masih TK. Aku segera menghampiri mereka dan duduk didekat mereka berdua. Bel tanda masuk berbunyi kami semua segera duduk dikursi masing-masing, wali kelas kami bu Ane, orangnya baik, cantik, pakai kerudung dan sabar. Kata teman-temanku yg kelas 5-nya di sini, bu Ane adalah guru yg paling disukai oleh murid-murid SDI-Indonesia.

Hari ini hari pertama sekolah, jadi tidak ada pelajaran kami hanya memperkenalkan diri saja lalu ada games kekompakan. Sekarang giliran aku untuk maju, aku segera maju dan ‘’Hai… namaku Saskia Sintaria Ayunda, biasa dipanggil Saskia, hobiku menulis cita-citaku menjadi reporter ternama, aku pindahan dari Bali, dulu waktu TK, aku sekolah di sini, Caroline dan Angle sahabatku waktu aku TK.” Akhirnya aku berhasil bicara didepan kelas walau aku sangat gugup. Setelah 32 orang memperkenalkan diri masing-masing, saatnya games dimulai, mereka harus membuat kelompok yg isinya 4 orang, aku membuat kelompok yaitu, aku, Caroline, Angle dan Vita. Kami harus membuat menara dari kartu remi yang telah disediakan, aku sangat sering membuat itu karena aku sangat suka kartu remi, aku mengoleksi berbagai kartu remi. Menara kami telah jadi terlebih dahulu dari pada 9 kelompok yg lainnya, kelompok kami juara pertama. Setelah permainan pertama selesai, kami disuruh membuat janji-janji selama dikelas 6A, kami membuatnya di kertas karton dan dipajang di madding 6A.

setelah itu kami istirahat pada pukul 11.00, kami semua dipilih oleh teman-teman yg akan menjadi ketua kelas, wakil ketua kelas, bendahara dan seketaris. Setelah 8 orang terpilih siswa yg tidak terpilih harus memberi suara pada satu anak, aku memilih Daffa, karena dia itu baik, dan dia sudah menjadi temanku. Suara terbanyak adalah Dinda, kemudian Agnes, Sasa, Romi dan Ajeng, artinya Dinda ketua kelas, Agnes wakil ketua kelas, Sasa bendahara 1, Romi bendahara 2 dan Ajeng seketaris. Pada pukul 12.00 kami semua pulang, besok aku akan belajar seperti biasa.

Pada pukul 05.00, aku bangun dan sholat subuh bersama kakak, ibu dan ayahku. Setelah itu aku mandi dan segera memakai kaos putih muda yang bertulisan SASKIA, celana jean panjang dan bando putih, sekolahku bebas memakai baju apa saja karena tdk ada baju seragam kecuali hari jum’at. Setelah ganti baju aku segera turun dan sarapan dengan menu roti isi kacang dengan minum susu coklat panas. Aku telah ditunggu kakakku dimobil, karena, sekolah aku dan kakaku sama, aku segera naik mobil sambil mengunyah roti yg masih ada dimulutku, pada pukul 06.50

aku sampai disekolah aku takut telat karena tadik jalanan macet, untung saja aku tidak telat. Bel telah berbunyi, semua anak memasuki kelas dan berdoa. Pelajaran pertama adalah bahasa Jerman, pak Robert, guru Jermankuku telah datang, ‘’guten morten kinder’’sapa pak Robert yang artinya, selamat pagi anak-anak, ‘’good morning sir Robert’’balas anak-anak yang artinya, selamat pagi pak Robert, sebenarnya aku belum terlalu bias berbahasa Jerman, tetapi waktu aku di Bandung aku pernah belajar bahasa Jerman. ‘’Nanti kalian semua akan maju kedepan untuk mengenalkan diri menggunakan bahasa Jerman, nanti jika kalian tidak bias akan bapak bantu’’jelas pak Robert panjang lebar. Yang pertama maju adalah Ajeng kemudian Fika dan yang terakhir aku, awalnya aku takut karena tidak bias tapi aku akhirnya memberanikan diri dan mulai ‘’ mein Name  ist Saskia sintaria Anin Früher habe ich nannte Saskia sein Wechsel von Bali. Kindergarten Zeit, die ich hier zur Schule gehen, aber ich zog keBali und 6. Klasse, gehe ich hier nicht mehr Schule.‘‘ setelah aku maju dan berbicara selesai, tepuk tanggan sangat banyak pak Robert-pun ikut bertepuk tangan, aku sangat senang sebab tepuk tangan untukku sangat banyak. Pelajaran B.Jerman usai para siswa makan, pada pukul 10.00 pelajaran B.Prancis dimulai, bahasa Perancis bahasa kesukaan aku, jadi aku sangat senang. Guru bahasa Perancis adalah bu Ranti, dia orang Perancis asli, ayah-nya orang Perancis dan ibu-nya orang sunda, jadi bu Ranti pandai berbahasa Perancis. Setelah pelajaran b.Perancis berlangsung, kami semua menuju masjid dan segera sholat zhuhur jama’ah, setelah sholat kami semua menuju kantin dan mengambil makan-an kita masing-masing, memang di sekolah ini kelas 4 s.d kelas 6 mendapat makan-an dari sekolah gratis… enak ya…

Satu minggu kemudian, pelajaran b.Perancis dimulai, semua anak duduk ditempat masing-masing, bu Ranti datang, dan menyuruh kami membuat PR, mewawancarai adik kelas 5 dengan tema sekolahku . Kita harus mewawancarai lalu ditulis di buku tulis b.Perancis dan harus kita terjemahkan dalam bahasa Perancis. Dikumpulkan satu minggu lagi recueillies la semaine prochaine, ne soyez pas là-bas qui ne recueillent pas de devoirs oui, yang artinya dikumpulkan minggu depan ya, jangan sampai ada yg tidak mengumpulkan PR ya, setelah mendengar itu aku langsung menulis-nya kembali di buku pengumumanku.

sepulang sekolah aku, Caroline dan Angle mendatangi kelas Sasa adik Sisi, kami segera mendatangi kelas dan terlihat Sasa sedang keluar kelas. kami langsung mendatangi Sasa, ”hai Sa, boleh kita ngobrol sebentar denganmu” tanya Caroline, ”boleh kak” jawab Sasa kami segera menuju taman dekat kelas Sasa dan memberitahukan PR yang disuruh oleh guru bahasa Prancisku, akhirnya Sasa mau dan kami mewawancarai-nya lalu kami akan menerjemahkan dalam bahasa Prancis di rumah-ku bersama Angle dan Caroline.

satu minggu kemudian…..

”recueillir des devoirs, ne laissez pas hors prendre ses devoirs”, yang artinya   kumpulkan PR, jangan sampai ada yg tdk membawa PR-nya. semua anak mengumpulkan PR dan tdk ada yg tdk mengumpulkan PR. kata bu Ranti PR yg paling bagus adalah PR-ku, jadi aku mendapat nilai tambahan, cita-citaku memang menjadi seorang reporter, jadi aku mengerjakan PR-ku yg tentang reporter dengan sungguh-sungguh.

 

10 tahun kemudia

aku sekarang telah menjadi reporter ternama.

 

Satu Tanggapan

  1. Bagus banget, vanya…very descriptive🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: